Tafsiran Kitab Nabi Kecil
Kamis, 26 September 2013
Tafsiran Alkitab
Bahan Persentase
Nama : Imran Lumban Gaol
Semester : V (Lima)
Matakuliah : Eksposisi PL III
Dosen pembimbing : Pdt. M.P Aritonang, M.Th
Tafsiran Yoel 1 : 1-20
Latar Belakang kitab Yoel
Nama dan Sejarah Pribadi Penulis. Penulis disebut ‘Yoel anak Petuel’ (Yl 1:1). Dalam bahasa Ibrani nama Yô’e-l (LXX; lõél, Vulg.) berarti: "Yahweh (atau Yehovah) adalah Allah". Jadi seperti nama Mikha, nama ini mungkin menunjukkan pengakuan iman pihak orang tua si anak.
Sejarah pribadi Yoel terbatas pada apa yang ditunjukkan dalam nubuatannya sendiri. Meskipun ada tiga belas orang lain dalam Perjanjian Lama yang bernama Yoel, nabi ini tidak dapat diidentifikasikan dengan salah seorang di antara mereka. Pesan yang ia sampaikan terutama berhubungan dengan Yerusalem dan Yehuda. Berbagai acuannya pada negeri dan kota itu menunjukkan bahwa ia adalah warga Palestina selatan dan mungkin penduduk Yerusalem (lih. "Sion," Yl 2:1,15,32; 3:16,17,18,20; "bani Sion," Yl 2:23; "Yehuda" dan "Yerusalem," Yl 2:32; 3:1,16,17,18,20; "orang-orang Yehuda" dan Yerusalem. Yl 3:6,8,19). Ia menunjukkan pengetahuannya yang cermat tentang Bait Suci, ibadah-ibadahnya dan petugas-petugasnya (mis. Yl 1:9,13,14,16; 2:14,17). Namun kritikannya yang tajam terhadap imam-imam menunjukkan bahwa ia bukan anggota golongan ini.
Waktu Penulisan. Sampai saat ini belum ada kesatuan pendapat di antara para pakar tentang waktu penulisan Kitab Yoel. Namun, dari pelbagai waktu yang diajukan, ada dua pendapat utama: 1. Waktu yang sudah lama lalu, selama pemerintahan Yoas di Yehuda, kira-kira 830 SM. 2. Pasca Pembuangan, kira-kira 400 SM, yaitu selama masa Persia. Ada beberapa argumentasi logis untuk mendukung waktu yang lebih belakangan. Salah satunya ialah karena tidak ada keterangan dalam ayat judul (Yl 1:1) mengenai raja yang sedang memerintah seperti pada kitab nabi-nabi lain dari masa pra-Pembuangan. Juga, Kerajaan Utara (Samaria) tidak disebutkan, jadi jelas waktu itu kerajaan itu telah lama tidak ada. Yoel memakai kata Israel untuk mengacu kepada Yehuda, yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari para nabi pra-Pembuangan. Istilah ini hanya dipakai untuk kesepuluh suku di utara sebelum 722 SM (jatuhnya Samaria). Imam-imam, bukan para pemuka atau raja, merupakan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat pasca-Pembuangan. Acuan dalam Yl 3:6 pada orang Yunani menunjukkan suatu masa ketika orang-orang Yahudi berhubungan dengan mereka. Juga ayat-ayat Yl 1:1,2,17 dari Yl 3 menunjukkan bahwa peristiwa Pembuangan telah terjadi.
Sebaliknya, argumentasi-argumentasi yang mendukung waktu pra-Pembuangan cukup kuat. Menonjolnya imam-imam dan absennya para pemuka dan raja disebabkan oleh fakta bahwa Yoyada, sang imam besar, sedang memerintah untuk Raja Yoas yang masih anak-anak. Argumentasi bahwa tidak ditemukan keterangan apa-apa (lih. tentang Samaria di atas) adalah tidak berbobot, karena sang penulis bukan hanya menaruh perhatian terhadap kejadian-kejadian di Kerajaan Utara. Istilah Israel bisa dipakai secara tepat untuk Yehuda sebagai ahli waris sah atas berkat-berkat spiritual Yakub. Hubungan. antara Yunani dan Tirus bisa saja terjadi pada waktu awal, karena di sini Yunani tidak diacu sebagai bangsa. Kata Ibrani, Yãwãn, dapat mengacu kepada suatu kelompok dan berbagai gerombolan pedagang budak dari negeri yang jauh. Memulihkan keadaan ( Yl 3:1) dapat dibandingkan dengan Ayb 42:10. Dalam Yl 3 tidak ada penggambaran yang tidak cocok dengan masa pra-Pembuangan. Yl 3:4-6 mengacu kepada kejadian-kejadian yang sama seperti yang digambarkan dalam Kitab Obaja. Musuh-musuh yang disebutkan bukanlah negeri-negeri Pembuangan (Asyur, Babel, dan Samaria), melainkan negeri-negeri pra-Pembuangan (Fenisia dan Filistin; bdg. 2Taw 21:16,17).
Kepenulisan. Kitab Yoel diterima oleh tradisi sebagai buah karya satu orang penulis saja. Namun, kira-kira pada tahun 1870, seorang pakar yang bernama M. Vernes menunjukkan bahwa Yl 2:28-3:21 (dalam Alkitab Ibrani, adalah pasal-pasal Yl 3), tidak ditulis oleh penulis Yl 1:2-2:27 (dalam Alkitab Ibrani, Yl 1:1-2:18). Belakangan, ia memperbaiki pandangan ini dan mengakui bahwa penulis yang sama menulis kedua bagian itu. Namun ia tetap berpendapat bawa ada perbedaan yang mencolok di antara kedua bagian itu. Usaha-usaha kurang berarti lainnya telah dilakukan untuk membuktikan bahwa kitab ini bukan sebuah unit sastra yang utuh. Nowack, Marti dan pakar-pakar lain yang telah berhasil mempertanyakan keabsahan aliran pemikiran ini berpendapat bahwa Kitab Yoel merupakan satu unit utuh. Pandangan berdasarkan penelitian Alkitab dan segi sejarah dan sastra yang umumnya diterima pada zaman ini adalah bahwa Yoel kemungkinan besar merupakan sang penulis kitab ini, tetapi bahwa belakangan mungkin terjadi sejumlah modifikasi, perluasan dan interpolasi sepanjang abad-abad di mana Alkitab disebarkan.
Gaya Penulisan. Gaya penulisan Kitab Yoel adalah klasik, mirip gaya penulisan Kitab Amos dan Mikha. Apakah Yoel yang banyak meminjam dari nabi-nabi terdahulu itu, atau apakah justru Yoel yang merupakan sumber tempat mereka mengambil data dan gaya penulisan, tidak dapat ditentukan dengan pasti; tetapi persamaan gaya tulisannya memang kuat. Bandingkan Yl 3:18 dengan Am 9:13; Yl 1:4 dengan Am 4:9; Yl 2:11 dengan Zef 1:14,15, Yl 2:3 dengan Yeh 36:35 dan Yes 51:3; Yl 2:11 dengan Mal 3:2; Yl 3:10 dengan Yes 2:4.
Alasan Penulisan. Alasan langsung untuk penulisan kitab ini adalah penghancuran negeri itu oleh malapetaka ganda, yaitu wabah belalang dan kekeringan. Dengan nada puitis yang amat indah dan kuat, sang nabi menggambarkan serbuan belalang dalam kiasan tentang sebuah bala tentara, dengan menunjukkan bahwa mereka merupakan pertanda datangnya hari Tuhan. Ia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat bertobat, dan berjanji kepada mereka bahwa jika mereka memenuhi syarat kepatuhan kepada Allah, tanah itu akan dipulihkan kepada kesuburannya yang dulu. Juga Roh Allah akan dicurahkan ke atas semua orang, umat perjanjian itu akhirnya akan menang atas segala musuhnya, dan suatu era kekudusan dan damai yang universal akan muncul.
Pengajaran. Bahwa "Hari TUHAN" akan datang adalah ajaran pokok kitab ini, yaitu hari di mana Tuhan menyatakan diri dalam penghancuran musuh-musuh-Nya dan peninggian sahabat-sahabat-Nya. Hari ini akan disertai oleh guncangan bumi secara hebat serta suatu pertunjukan fenomena alam yang luar biasa ( Yl 2:30,31). Sikap hati dan kehidupan manusia di depan Tuhan akan merupakan faktor yang menentukan reaksinya terhadap hari itu. Hari itu adalah hari kengerian bagi orang berdosa ( Yl 1:15; 2:11) dan hari berkat bagi orang-orang kudus ( Yl 2:12-14,19-29). Orang-orang yang berseru kepada nama Tuhan akan dibebaskan, tetapi musuh-musuh umat itu akan dimusnahkan (ps. 3).
Pembagaian kitab Yoel :
1. (Yoel 1:2-20) menggambarkan kehancuran Yehuda ketika pasukan belalang yang besar melahap daun-daunan dari kebun anggur, pohon, dan ladang mereka (Yoel 1:7,10), dengan demikian mendatangkan kesengsaraan besar atas umat itu. Di tengah malapetaka itu, nabi Yoel meminta para pemimpin rohani Yehuda untuk memimpin bangsa itu kepada pertobatan nasional (Yoel 1:13-14).
2. (Yoel 2:1-17) mencatat dekatnya hukuman Allah yang bahkan lebih besar lagi dari utara (Yoel 1:1-11), baik dalam bentuk:
(a) bencana belalang lain yang secara kiasan dilukiskan sebagai pasukan perusak, atau
(b) serbuan sebuah pasukan asing yang sungguh. Sekali lagi sang nabi mencanangkan tanda bahaya rohani di Sion (Yoel 2:1,15), memanggil perkumpulan raya yang kudus di mana para imam dan seluruh bangsa itu dengan sungguh-sungguh akan mencari kemurahan Allah di dalam pertobatan, puasa, syafaat dan kehancuran yang ikhlas di hadapan-Nya (Yoel 2:12-17).
3. (Yoel 2:18--3:21) diawali dengan pernyataan bahwa Allah mengasihani umat-Nya ketika melihat pertobatan mereka yang sungguh-sungguh (kata kerja Ibrani dalamYoel 2:18-19 menunjuk tindakan yang sudah dikerjakan).
Tafsiran Yoel 1: 1-20
Ayat 1, Yoel berarti Yahweh (atau Yehovah) adalah Allah. Petuel berarti dibujuk Allah. Di Timur, pemakaian nama ayah berfungsi sebagai tanda identifikasi.
1:2-9. Keluhan tentang tulah belalang
Ayat 2-3.Ayat 2 dan 3 adalah panggilan yang harus mengajak umat itu untuk mendengarkan cerita selanjutnya. Rumusan ini menuju kepada cara yang biasa dipakai oleh pengajar hikmat atau seorang pengkhotbah (Maz. 78:1-4, Ayub 34:2, Hosea 5:1). Yoel disini bermaksud untuk menarik perhatian, makanya ia mempergunakan suatu cara pengajaran yang biasa di Israel. Dengarlah ini. Permohonan yang sungguh-sungguh untuk memperhatikan apa yang akan terjadi (Amsal 3:1, 4:1, 5:1). Para Tua-tua.Disini bukan tua-tua pejabat tetapi orang-orang yang berusia lanjut yang meneruskan adat masa lampau kepada generasi berikut. Tetapi lebih baik kita menafsirkan para tua-tua disini sebagai suatu kelompok tertentu dimasyarakat Israel pada zaman Yoel. Para tua-tua tersebut adalah para pemimpin yang berfungsi sebagai wakil-wakil jemaat Yerusalem (Ezra 5:9). Didalam teokrasi ini para tua-tua diberikan tanggung jawab dan pangkat khusus karena mereka sudah dari dahulu diterima didalam masyarakat selaku orang yang sanggup memimpin (Hak. 8:14). Kewibawaannya didasarkan pada umurnya, pengalamannya, hikmatnya, dan kepercayaannya bahkan atas fungsi untuk menyerahkan sejarah keselamatan kepada keturunannya berikut.seluruh negeri,disini ialah daerah Yehuda dan Yerusalem (Yoel 3:1). Namun secara praktis yoel sedang mengahadapi rakyat yang ada di Yerusalem sehingga semua penduduk negeri berarti seluruh Yerusalem dan sekitarnya. Zaman nenek moyang disini adalah kebiasaan di antara bangsa timur, kenangan waktu lampau diceritakan dari generasi ke generasi karena terdapat sebab akibat dalam ayat 3, dan ini membuktikan kebiasaan mereka pada saat itu untuk menceritakannya.
Ayat 4. Kebinasaan total yang dimaksud dalam ayat ini, suatu tulah belalang yang membinasakan segala tumbuh-tumbuhan. Belalang pengerip, belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap. Ini adalah jenis belalang yang terdapat didaerah timur. Jenis belalang tersebut memiliki nafsu makan yang sangat kuat dan sangat cepat dalam berkembang biak sebab saat belalang tersebut lewat tidak ada tumbuhan yang tersisa.dan wabah ini sangat mengerikan sekali. Sebenarnya ini digambarkan yoel bahwa kawanan belalang ini merupakan pelajaran sebuah peringatan akan hari pengadilan Allah yang sudah semakin dekat (Ayat 15). Makna belalang tersebut adalah untuk menjelaskan dengan tegas, bagaimana mutlaknya kebinasaan direalisasikan. Bencana ini terdiri dari serentetan serangan belalang yang tidak meninggalkan sesuatu apapun.
Ayat 5-7, Ayat 5-7 adalah kelanjutan sebab akibat yang dilakukan oleh belalang tersebut yang membuat bencana yang hebat. Disini yoel menyerukan untuk mengadakan ratapan rakyat. Ayat 5 bangunlah, hai pemabuk. Para pemabuk disini mewakili golongan mewah. Karena belalang-belalang memakan habis kebun-kebun anggur hingga hancur, maka para pemabuk dan para peminum anggur harus menyadari realitas itu. Barang kali harus diingat kepada kebiasaan pada saat itu, orang yang pada suatu pesta panen biasanya meminum banyak air anggur, khususnya anggur yang baru.Anggur Baru disini adalah anggur, dimana proses peragian dihentikan dan orang merasakan anggur itu paling enak. Orang-orang yang biasa pada upacara pesta panen itu menikmati anggur dan yang ketiduran karena mabuknya harus bangun dan meraung sebab kenikmatan terpaksa disudahi akbat bencana belalang tersebut. Oleh sebab itu anggur yang dirampas dari mulut, maka orang yang biasa bergembira sekarang harus menyadari dukacita. Ayat 6-7, penyebab kesulitan tersebut ialah amat banyaknya musuh senjata-senjata mereka sangat mengerikan yang mereka miliki serta akibat-akibat buruk serangan mereka. Taringnya. Taring beberapa jenis belalang seperti gergaji. Dengan taring seperti itu mereka dapat mengunyah kayu, kulit, dan daun. Buntung. Ini gaya bahasa hiperbola. Belalang tidak dapat membuat pohon ara menjadi buntung, tetapi mereka dapat mengurangi nilai pohon ara itu menjadi serpih. Dengan mengunyah bunga, daun, dan kulit kayunya dapat membuatnya gundul. Pohon ara dan pohon anggur melambangkan kesejahteraan dan kesuburan Israel. Dan oleh kejadian yang mengerikan tersebut, para pemabuk tersebut harus bangun dari tidurnya.
Ayat 8-9. Merataplah
Dalam hal ini menunjukan kepada rakyat bahkan kepada seluruh negeri. Rakyat ini dan seluruh negeri diumpamakan seperti seorang putri (Yesaya 62:4,5; Yesaya 62:11, 6:26). Dukacita rakyat dan negeri Tuhan itu harus sama dalamnya seperti dukacita seorang perempuan muda yang kehilangan mempelainya. Dimaksudkan seorang perempuan yang sebelum perkawinannya kehilangan bakal suaminya. Untuk mengerti lebih dalam dukacita perempuan ini kita harus mengetahui sedikit tentang adat pertunangan dan perkawinan di Israel. Masa mudanya menjelaskan masa sebelum perkawinan yaitu masa pengantin (Yer. 2:2), sebelum perempuan ini dibawa kerumah suaminya. pada saat itu telah terjadi sesuatu dengan mempelai tersebut barang kali dia mneinggal. Konsekuensinya ialah bahwa perempuan ini harus dianggap janda. Dan ini adalah suatu dukacita yang sukar di Israel. Kain Kabung, yang dibuat dari kain kasar yang berwarna hitam adalah tanda dukacita. Baik dalam keadaan pribadi maupun keadaan umum kain kabung dipergunakan sebagai tanda bukti dukacita dan kerendahan hati berhubungan dengan kebiasaan perkabungan (Kej.37:34, Yes. 32:11,12; Yer.48:37). Namun pokok perbandingan didalam ayat 8 ini bukanlah perempuan ini yang seolah-olah melambangkan umat Israel, tetapi dukacita yang luar biasa dalamnya pada perempuan ini. Ratapan umat Tuhan karena kemusnahan negerinya haruslah sama dalamnya dengan ratapan seorang perempuan yang kehilangan mempelainya. Dan ini mengisahkan bagaimana daruratnya yang dialami oleh Yehuda dan Yerusalem. Ayat 9, kurban sajian dank urban curahan, keduannya berarti kurban sehari-hari.(Bil.15:5; 28:7; Kel. 29:38). Karena hasil tanah sudah binasa dalam ayat 7,10-12, maka ibadah dirumah Allah tidak dapat diteruskan lagi, sehingga juga para petugas yaitu imam-imam dan pelayan-pelayan berdukacita. Perhentian persembahan-persembahan ini dilihat yoel sebagai suatu peristiwa yang hebat karena persembahan-persembahan ini dihubungkannya dengan berkat Tuhan (2:14). Rumah Tuhan tanpa korban-korban ini tidak dapat berfungsi sebagai rumah Tuhan. Tanda-tanda persekutuan keselamatan antara Tuhan dengan umat-Nya tidak ada lagi. Imam-imam selaku pengantara persekutuan ini juga tidak menerima lagi sebagian dari korban persembahan sebagai nafkah kehidupannya (imamat 2:3). Dan menurut Yosephus berpendapat bahwa pemutusan kurban-kurban sehari-hari adalah malapetaka paling mengerikan dan tidak pernah terjadi sebelumnya dalam pengepungan Yerusalem. Pelayan-pelayan Tuhan khusus berfungsi sebagai pelayan mezbah, penjaga dan pemilik rumah Tuhan.
Ayat 10-12. Masa Kekeringan
Gandum, anggur, dan minyak merupakan bahan-bahan pokok hasil tanah Israel. Malahan bahan ini selalu dipandang sebagai tanda keselamatan (Ul. 7:13). Rupanya menjadi kering dan menipis bukan saja diakibatkan oleh belalang-belalang namun juga oleh musim kemarau, hal tersebut sudah menjadi biasa karena jika belalang muncul dengan hebat, selalu terjadi pada musim kemarau. Tanah berkabung.Tanah dilukiskan sebagai manusia yang berkabung. Kegembiraan terdapat apabila hasil tanah melimpah (Mzr. 65:10-14). Ayat 11-12 oleh karena itu juga petani-petani dan tukang-tukang kebun berdukacita, karena panennya gagal. Orang-orang ini menjadi malu, karena jerih payahnya tidak berhasil. Ayat 11-12 menyebutkan serentetan hasil tanah dan pohon-pohon yang buah-buahnya amat berharga untuk masyarakat. Karena segala sesuatu sudah layu dan hancur maka semuanya tidak ada lagi kegunaanya. Anak-anak manusia, khususnya para petani dan para tukang kebun menjadi malu untuk menyukakan diri. Kegirangan sudah sama seperti keadaan dipadang yaitu telah layu. Masa keselamatan selalu disertai dengan kesukaan anak-anak manusia (Yes.9:2; 35:10; Zak. 8:19).
Ayat 13-14. Himbauan untuk bertobat
Dalam ayat ini pemikirannya kembali kepada ayat 9. Disini para imam ditegur berdasarkan prinsip yang sama seperti untuk para pemabuk pada ayat 5. Dengan gagalnya panen, pelayanan mereka akan berakhir, karena tidak aka ada buah-buah sulung dan berbagai persembahan kurban akan segera berhenti. Lilitkanlah kain kabung. Suatu istilah khusus, yang menyatakan bahwa orang yang bersangkutan mempersiapkan diri untuk suatu aktivitas. Aktivitas disini bukanlah saja berdukacita, melainkan juga didalam dukacita itu mengantarai Tuhan dan umat-Nya sebagai wakil-wakil rakyat, imam-imam dan pelayan-pelayan harus merendahkan diri karena bencana yang melanda Yehuda dan Yerusalem. Kata mengeluhlah, biasanya dilakukan memukul dada sebagai tanda dukacita yang sungguh-sunggu (Yes.32:12). Dengan hal ini membuktikan kesungguhan dukacita kepada Tuhan, dengan sikap kesungguhan ini mereka hendak memohon kepada Tuhan Allah supaya keadaan darurat itu di berikan-Nya rahmat lagi. Sudah ditahan dari Rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan,disini karena korban sajian dan curahan ditahan dari rumah Tuhan Allah suatu hal yang menunjukan terputusnya persekutuan Tuhan Allah dengan umat-Nya, maka dengan cara perkabungan ini diusahakanlah pemulihan persekutuan ini. Ayat 14, walaupun negeri dan rakyat sudah diajak untuk meratap (ayat 8), namun umat Tuhan dipanggil khusus berkumpul dirumah Tuhan. Dan petunjuk-petunjuk di dalam ayat 14 harus dilaksanakan oleh para imam. Puasaadalah suatu perbuatan kultis, dimana orang menahan diri untuk menahan diri dari makanan dan minuman dan persetubuhan. Puasa yang kudus dimaksudkan bahwa satu hari dikhusukan untuk melakukan puasa sebagai pengakuan bahwa orang takluk kepada keadaan darurat yang dialami itu dan kepada Tuhan. Berhubung dengan itu semua penduduk negeri harus dikerahkan untuk perkumpulan raya. Maskudnya dan tujuan ibadah ini ialah berseru kepada Tuhan melalui berpuasa dan berdoa. Dan saya berpendapat bahwa setiap bagian kegiatan ini menuju kepada keseluruhan yaitu sikap pertobatan kepada Tuhan (Yoel 2:12-17).
Ayat 15-20. Kengerian Hari Tuhan.
Ayat 15 tentang hari Tuhan, Yoel maksudkan bahwa manusia memiliki masa jayanya dan berjalan menurruti kemauannya tetapi akhirnya Hari Tuhan harus tiba. Barang kali dengan ungkapan-ungkapan yang singkat ini, seperti yang terdapat dalam keseluruhan pasal 1, hendak menekankan keistimewaan keadaan ini untuk Yehuda dan Yerusalem. Melihat konteks Yoel tulah belalang dan kekeringan yang luar biasa itu harus dilihat oleh rakyat sebagai pendahuluan hari Tuhan. Didalam bencana yang dialami oleh rakyat dan yang mengancam ekonomi rakyat dan kehidupan rohani, Yoel melihat itu sebagai tanda kedatangan hari Tuhan. Yang Maha Kuasa. Kata Ibrani “Shadday” dipakai sebagai nama Allah dengan Acuan jelas kepada kuasa ilahi. Ayat 16, Didepan mata kita, orang-orang yudea tak berdaya mencegah kehancuran yang terjadi akibat bencana tersebut. Sukaria dan sorak-sorai. Sukaria pertemuan agamawi dan penyajian hasil pertama. Ini dipersembahkan dibait Suci dengan sukacita (Ul. 26:1-11). Namun sukaria dan sorak sorai tidak ada lagi karena manusia berdukacita dan tidak ada kesempatan untuk membawa korban kepada Tuhan (ayat 9). Ayat 17-18, karena kekeringan yang terjadi maka biji-bijian tidak dapat bertunas. Didalam tanah tidak ada air akibat kekeringan tersebut.Gudang-gudang dan lumbung-lumbung yang digunakan untuk menyimpan gandum, tidak berguna lagi dan sudah runtuh akibat tidak terpelihara lagi. Denganrengkiang-rengkiang dan lumbung-lumbung yang hancur itu maka binasalah kemungkinan kehidupan dan harapan atas masa depan. Yoel menuliskan keputusan asaan negeri tersebut. Jugalah hewan menderita tidak ada rumput akibat bencana tersebut bahkan kambing domba pun menjadi tersiksa akibat hal tersebut. Hal ini menerangkan bahwa bencana tersebut bukan main beratnya karena pada umumnya kambing domba malahan didalam keadaan yang sekali pun sukar tetap berhasil mendapatkan makanan. Ayat 19-20, di antara alam yang mengeluh itu, yoel menempatkan dirinya sebagai perantara, dengan meminta rahmat kepada Tuhan melalui doanya (ayat 19,20). Yoel dengan mengucapkan doanya berfungsi sebagai penyambung lidah seluruh umat-Nya. Api dan nyala api, harus dihubungkan dengan musim kemarau dan kekeringan. Poho-pohon yang dimakan belalang itu sebagai kayu bakar dengan gampangf dapat menjadi api, karena musim kemarau yang begitu hebat. Hewan menjerit karena rindu kepada-Nya. Dengan pemakaian perumpamaan ini Yoel hendak melukiskan bahwa alam, dan para mahkluk tidak sanggup mengatasi bencana tersebut. Mungkin ini perumpamaan seperti dalam Maz. 42:2.
Kesimpulan
Nubuat Yoel didalam pasal 1 harus dibaca dari pusatnya, yaitu ayat 15. Malapetaka didalam bentuk tulah belalang dan kekeringan merupakan bencana yang sangat dasyat yang menimpa negeri tersebut. Peristiwa yang mengganggu ekonomi, bahkan seluruh kehidupan diperdalam dengan menempatkan keadaan itu dalam terang kedatangan hari Tuhan. Untuk membangkitkan rakyat maka yoel mengatakan dengan keras bahwa hari Tuhan akan datang dan diperlukan pertobatan. Yoel mengejutkan umat Tuhan, tetapi pada saat yang sama umat Tuhan ini diajaknya supaya mereka sadar (ayat 2,5,8,13,14). Dan berhimpun dalam rumah Tuhan untuk berseru kepada Tuhan agar nyata kesungguhan kepercayaan mereka.
Aplikasinya :
1. Meluruskan yang salah
Tugas Yoel ialah memberitahu manusia apa kesalahan mereka, tetapi tugas manusia adalah meluruskan yang salah itu! Apabila Allah memberikan suatu peringatan yang jelas, maka reaksi kita satu-satunya hanyalah pertobatan.
2. Pertobatan dan pengampunan
Kedua hal di atas saling berhubungan erat dalam Alkitab. Jika kita bertobat, kita akan diampuni. Dan jika kita tidak mau bertobat, maka kita tidak dapat diampuni.
3. Pesan yoel kepada gereja
Yoel berkhotbah kepada suatu bangsa, yaitu umat pilihan Allah. Bencana alam merupakan petunjuk akan adanya kerusakan rohani. Hal ini merupakan suatu pelajaran yang penting bagi umat pilihan Allah pada saat ini, yaitu gereja. Apakah kita menderita kelaparan rohani? Apakah kita mengalami kekalahan rohani? Apakah orang-orang yang belum percaya yang ada di sekeliling kita menertawakan gereja? Apakah kita merasa tertekan dan kehilangan semangat? Jika demikian, dosa, ketidakpercayaan, ketidaktaatanlah yang menjadi sebab semuanya itu. Kalau begitu, maka jawabannya adalah pertobatan. Dan jika umat Allah mendengar, menanggapi, bertobat dan berlaku taat, Allah akan mengampuni dan memulihkan serta memberkati kita
Langganan:
Postingan (Atom)